SAYAP-SAYAP PATAH
Oleh Devi Khairun Nisa
Sayap sayap patah ini,
tak mampu lagi membawaku terbang
Hingga akhirnya membuatku jatuh terjerambab ke tanah kering dan berdebu
Sayap sayap patah ini,
tak mampu lagi ku kepakkan
Hingga angin yang menuntunku terbang, mengombang ambingkanku di udara yang tak terkekang
Sayap sayap patah ini,
tak mampu lagi menjadikanku tuk tetap melayang
Hingga membuatku timbang dan terhempas ke batuan karang
Sayap sayap patahku..
Tak hanya sekedar patah, namun telah remuk seperti kaca yang pecah menjadi kepingan kecil,
Hingga kini, tak lagi mampu ku rasakan kehadirannya..
Sayap sayap patahku..
Ingin ku rengkuh dan ku seka darah yang mengalir,
Namun sebelum ku dekap, ia telah hancur berhamburan dan hilang bersama debu yang tertiup angin
Sayap sayap patahku..
Hilang bersamaan dengan segenggam asa yang tak mampu ku raih
Meninggalkan seonggok duka yang ku sapu dengan tangis
Sayap sayap patahku..
Menjadikan ku tak kan pernah lagi terbang melayang,
Menyaksikan keindahan langit biru dalam dekapan,
Merasakan udara yang berbisik mesra disetiap kepakan,
Menatap pesona senja di ujung lautan
Sayap sayap patahku…
Telah hancur layaknya butiran pasir yang berterbangan,
Yang tak sempat ku rengkuh dalam naungan
Yang menjadikan ku meringis, mengais sebuah topangan agar tetap bertahan
Home »
Puisi Sedih
» Sayap-Sayap Patah Oleh Devi Khairun Nisa
Sayap-Sayap Patah Oleh Devi Khairun Nisa
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
puisi menarik
-
BISIKAN HATI YANG TERSAKITI Oleh Devi Khairun Nisa Duhai engkau yang tersakiti hatinya.. tersenyumlah dalam derai air mata. kuatkan hati dan...
-
Aku rela berdiri disini Ramai sunyi telah kurasakan disini Walau orang memerhatikanku Aku tetap menunggumu Gitar dan sepucuk mawar digigitan...
-
Ok! Kali ini saya akan memperkenalkan ke empat sahabat saya, yang setia mendengar cerita maupun memberi saya saran dan krtik yang mampu memb...
-
Impian adalah sesuatu hal yang sangat berharga bagi sebagian orang. Seperti Tara dan Tiara. Mereka adalah seorang sahabat yang tak pernah te...
-
Dengan nafas yang terengah-engah setelah mengendarai sepeda. Aku terhenti saat ku melihat dia, aku tak tau siapa dia. Wajahnya cukup cantik ...

0 komentar:
Post a Comment