KRITIK UNTUK MASA LALU
Oleh Eman Soviyan
Mana kekayaan alam yang kau banggakan!
Semuanya telah terampas oleh tangan-tangan asing tak berperikemanusiaan
Karena kebodohan-kebodohan yang kau lakukan
Hingga kami harus menangggung kemelaratan
Kau yang duduk disinggasana dengan penuh keangkuhan
yang berhiasakan uang, emas intan berlian
mengatakan inilah yang cara terbaik mengatasi masalah sekarang
Masalah sosial-ekonomi yang bearada dipinggir jurang kehancuran
Kau ini memang pintar
Pintar memainkan fakta dan kepalasuan
Tapi kau ini juga bodoh
tak cukup cerdas menyembunyikan apa yang kau lakukan
Apa yang harus kami lakukan sekarang?
Kekayaan alam yang menjadi ujung dari semua pengharapan
Kini tlah kau gadaikan
Dan tinggalah kami menjadi budak-budak perusahaan
Maafka kami jika kami mengeluh
Tapi sungguh, pisau kematian ini telah siap membunuh
Kami memang manusia tak punya harapan
yang tergilas oleh kerasnya jaman
dan kami memang manusia yang tak berpendidikan
yang tak sempat mencicipi bangku pendidikan
Tapi, jangan salahkan kami jika kami tak punya harapan
jangan salahkan kami jika kami tak berpendidikan
itu karena keadaan yang tak memberi kami banyak pilihan
Hingga uang suap yang kau berikan menjadi tumpuan pengharapan.
Home »
Puisi Kritik Sosial
» Kritik Untuk Masa Lalu Oleh Eman Soviyan
Kritik Untuk Masa Lalu Oleh Eman Soviyan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
puisi menarik
-
BISIKAN HATI YANG TERSAKITI Oleh Devi Khairun Nisa Duhai engkau yang tersakiti hatinya.. tersenyumlah dalam derai air mata. kuatkan hati dan...
-
Aku rela berdiri disini Ramai sunyi telah kurasakan disini Walau orang memerhatikanku Aku tetap menunggumu Gitar dan sepucuk mawar digigitan...
-
Ok! Kali ini saya akan memperkenalkan ke empat sahabat saya, yang setia mendengar cerita maupun memberi saya saran dan krtik yang mampu memb...
-
Impian adalah sesuatu hal yang sangat berharga bagi sebagian orang. Seperti Tara dan Tiara. Mereka adalah seorang sahabat yang tak pernah te...
-
Dengan nafas yang terengah-engah setelah mengendarai sepeda. Aku terhenti saat ku melihat dia, aku tak tau siapa dia. Wajahnya cukup cantik ...

0 komentar:
Post a Comment