KEHILANGANMU
Oleh Jamin
Tersenyumlah Saat Kau Mengingatku,
Karena Saat Itu Aku Sangat Merindukanmu
Dan Menangislah Saat Kau Merindukanku,
Karena Saat Itu Aku Tak Berada Disampingmu
Tetapi, Pejamkanlah Mata Indahmu Itu,
Karena Saat Itu Aku Akan Terasa Ada Didekatmu
Karena Aku Telah Berada Dihatimu Untuk Selamanya
Tak Ada Yang Tersisa Lage Untukku,
Selain Kenangan-Kenangan Yang Indah Bersamamu
Mata Indah Yang Dengannya Aku Biasa Melihat Keindahan Cinta
Mata Indah Yang Dahulu Adalah Milikku,
Kini Semuanya Terasa Jauh Meninggalkanku
Di Kehidupan Terasa Kosong Tanpa Keindahanmu
Hati, Cinta dan Rinduku Adalah Milikmu
Cintamu Takkan Pernah Membebaskanku
Bagaimana Mungkin Aku Terbang Mancari Cinta Yang Lain
Saat Sayap-Sayapku Telah Patah Karenamu
Cintamu Akan Tetap Tinggal Bersamaku Hingga Akhir Hayatku
dan Setelah Kematian
Hingga Tangan TUHAN Akan Menyatukan Kita Lagi
Betapapun Hati Telah Terpikat Pada Sosok Terang Dalam Kegelapan
Yang Tengah Menghidupkan Sinar Redupku,
Namun Tak Dapat Menyinari dan Menghangatkan
Perasaanku Yang Sesungguhnya
Aku Tidak Pernah Bisa Menemukan Cinta Yang Lain Selain Cintamu
Karena Mereka Tak Tertandingi Oleh Sosok Dirimu Dalam Jiwaku
Kau Takkan Pernah Terganti,
Bagai Pecahan LOGAM ---- MENGEKALKAN
KESUNYIAN, KESENDIRIAN, DAN KESEDIHANKU
KINI AKU TELAH KEHILANGANMU
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
puisi menarik
-
SENYUMNYA KU NANTI Oleh Maulana HanOleh Maulana Han Di kesunyian malam ini terbisik kata indah di kesunyian malam ini terbisik kata kerindua...
-
LUKA DALAM JIWA Oleh Ispron Kamu meninggalkan ku dalam kesepian Kamu diam dalam keheningan Rasa hidup tiada arti Malam yang sunyi terasa sep...
-
HATI YANG TERKAPAR Oleh Maulana Han Indah ku bayangkan sejuk ku rasakan cinta yang menyelimuti hati cinta yang slalu menghangatkan Bagai emb...
-
GENERASI MUDA Oleh Putra Perdana Hari hari telah berganti tahun tahun telah terlewati bulan bulan telah di jelajahi mengapa ibu pertiwi masi...
-
KHALIFATUL AZISAH Oleh Gupe Gifari Kau adalah wanita terbaik bagiku Hawa adalah kamu bagimu Adam adalah aku yang menantimu Lintasan cita-cit...

0 komentar:
Post a Comment